Senang Berkarya Dalam Kristus


web widgets

Senin, 02 Februari 2015

KEMANUSIAAN TUHAN YESUS KRISTUS

      Kemanusiaan Yesus Kristus sama pentingnya dengan 
Ketuhanan-Nya. Sebab kalau Tuhan Yesus bukan sungguh-sungguh manusia, tentu Ia tidak dapat menjadi korban bagi dosa manusia. Yang menjadi korban harus benar-benar seorang manusia, tetapi manusia yang tidak berdosa. "Dalam Yesus Kristus kita melihat kemanusiaan yang sejati dan kemanusiaan yang sempurna, yaitu
kesempurnaan di luar Ketuhanan-Nya. Tuhan Yesus 
mengenakan sifat manusia sama seperti kita dan Ia bertumbuh secara jasmani dan bertambah-tambah dalam pengetahuan sama seperti kita, akan tetapi Ia tidak berdosa. Jadi, kemajuan di dalam Dia tidak dihalangi oleh dosa yang diwariskan kepada-Nya atau dosa yang diperbuatnya. Oleh sebab itulah Ia disebut Anak Manusia yang sempurna, yaitu seorang manusia yang sempurna" (Wiley).

A. Sebutan Manusiawi untuk Tuhan Yesus Kristus
            Lukas 19:10, Kisah 7:36; Dalam ayat-ayat itu Yesus Kristus disebut Anak Manusia. Sebenarnya, kira-kira delapan puluh kali Yesus Kristus menyebut diri-Nya Anak Manusia. Dan sesudah Tuhan Yesus naik ke sorga serta dipermuliakan, Stefanus melihat Dia masih menyebut Dia Anak Manusia. Hal itu terjadi ketika Stefanus mati sahid serta melihat Dia di sebelah kanan Allah Bapa. Dalam Matius 1:21 Ia dinamai Yesus, yaitu nama kemanusiaan-Nya. Juga dalam Kisah 2:22 Ia disebut "Yesus orang Nazaret". Rasul Paulus dalam 1Timotius 2:5 tetap menyebut Yesus Kristus "manusia" meskipun Ia sudah naik ke sorga.

B. Yesus Kristus mempunyai tubuh dan jiwa manusia
            Oleh sebab Allah Anak sudah menjelma, bukan berarti bahwa Ia hanya mempunyai tubuh manusia. Tuhan Yesus juga mempunyai jiwa manusia, Yohanes 1:14; Ibrani 2:14 "Firman" kekal (artinya Yesus Kristus) telah menjadi manusia yang mempunyai jiwa (Psukhe' yang sebenarnya berarti 'jiwa', diterjemahkan dalam ayat itu 'hati'). Kalau ada yang menyangkal bahwa Yesus Kristus mempunyai tubuh manusia, maka orang itu mempunyai roh antikristus (Yang melawan Kristus), Lihat 1Yohanes 4:2,3. Ini merupakan bukti yang nyata, bahwa roh yang bekerja dalam "Christian Science" (Ilmu Pengetahuan Kristen) yaitu roh Almasehudajal (Antikristus), sebab mereka itu menyangkal bahwa Yesus Kristus datang dalam tubuh manusia.
Perempuan Samaria mengenal Yesus Kristus sebagai seorang Yahudi, dari rupa-Nya dan perkataan-Nya. Sering para pelukis menggambar Yesus Kristus dengan memakai pagar bulan (Cahaya) keliling kepala-Nya, tetapi di dalam Alkitab tidak ada yang membuktikan hal itu. Lukas 24:39; Yohanes 20:26,27. Bahkan setelah kebangkitan-Nya Yesus Kristus tetap mempunyai tubuh yang sama dengan tubuh manusia, Kisah 7:55,56; Matius 26:64; Wahyu 1:13-17. Dalam kemuliaan-Nya Yesus Kristus sekarang mempunyai tubuh manusia. Dan Ia akan datang di awan-awan di langit sebagai "anak manusia". Waktu itu tubuh saleh-saleh-Nya (mempelai perempuan) akan diubah menjadi serupa dengan tubuh-Nya yang mulia itu, Filipi 3:21.

C. Yesus Kristus adalah seorang manusia
            Ibu Yesus Kristus seorang manusia, dan nenek moyang-Nya juga manusia. Ia adalah anak Maria dan keturunan (benih) Daud. Maria adalah benar ibu Yesus Kristus, seperti Allah adalah benar Bapa-Nya. (Lukas 2:7; Kisah 2:30; 13:23; Roma 1:3; Galatia 4:4; Ibrani 7:14).

D. Apa yang dialami manusia juga dialami Yesus
            Tuhan Yesus juga merasakan hal-hal yang berikut: Yesus Kristus sangat letih - Yohanes 4:6. Yesus Kristus tidur - Matius 8:24. Yesus Kristus merasa lapar - Matius 21:18. Yesus Kristus haus - Yohanes 19:28. Yesus Kristus menangis - Yohanes 11:35. Yesus Kristus mati - Yohanes 19:30.
Dari ayat-ayat ini nyata bahwa Yesus Kristus mempunyai keadaan tubuh seperti tubuh manusia. Dari Lukas 2:40-52 nyata bahwa Yesus Kristus bertubuh dalam pengetahuan dan jasmani-Nya sama seperti manusia biasa. Tentu Ia dididik di dalam keluarga-Nya dan di dalam Bait Allah dan mempelajari sendiri Alkitab. Hanya dalam satu perkara Yesus Kristus sebagai manusia, dengan kehendak-Nya sendiri sengaja membatasi pengetahuan-Nya. Misalnya, pada waktu Ia ada di dunia ini Ia tidak tahu kapan Ia akan kembali lagi ke dunia ini.


           Perhatikanlah Filipi 2:7. Janganlah kita menafsirkan ayat ini secara sembarangan. Dari ayat-ayat yang berhubungan dengan ayat ini dinyatakan bahwa Yesus Kristus menghampakan diri-Nya terutama dalam hal kemuliaan-Nya, dan bukan dalam hal pengetahuan-Nya. Yesus Kristus tidak menghampakan diri-Nya dalam sifat-sifat Ketuhanan-Nya, akan tetapi ada kalanya sifat-sifat Ketuhanan-Nya seolah-olah ditudungi.
Perhatikanlah Yohanes 3:34. Ayat ini menyatakan bahwa walaupun Yesus Kristus menghampakan diri-Nya dan membatasi diri-Nya dalam pengetahuan-Nya, tetapi Ia adalah Guru yang diurapi oleh Allah Bapa, dan ajaran-Nya diilhamkan oleh Bapa sehingga yang dikatakan-Nya itu adalah "Firman Allah". Lihat juga Yohanes 7:16; 12:48,49; 14:24. Sudah nyata bahwa seringkali sifat Ketuhanan dan kemahatahuan dinyatakan dalam Yesus Kristus pada waktu Ia masih mengenakan tubuh manusia yang belum dipermuliakan, akan tetapi secara manusia Ia adalah sungguh-sungguh manusia dalam hal pikiran-Nya juga.
Bandingkanlah Ibrani 4:15; 2:18 dan Yakobus 1:13. Sebagai manusia Yesus Kristus dicobai, tetapi sebagai Allah Ia tidak dapat dicobai. Yesus Kristus dicobai, tetapi tidak berdosa. Yesus Kristus dicobai lebih berat daripada manusia biasa, sebab Ia tahan menghadapi pencobaan yang bagaimanapun juga, dan Ia tidak berdosa. Ingatlah, tabiat duniawi bukanlah merupakan bagian dari tabiat asli manusia. Pada mulanya Allah menciptakan sifat manusia itu suci. Tabiat duniawi menjadi bagian dari sifat manusia sebagai akibat dari dosa. Yesus Kristus tidak memiliki tabiat duniawi, yaitu duniawi yang bertentangan dengan rohani. Periksalah Ibrani 2:14 dan Filipi 2:5-8. Tuhan Yesus mengenakan tabiat manusia (tetapi bukan tabiat duniawi) supaya Ia dapat menebus dosa manusia. Betapa ajaibnya kasih itu!

Renungan Rohani Kristen

5  Penghalang Umat Percaya Bersaksi Untuk   
    Yesus
     Ada banyak alasan mengapa umat Kristen
hidupnya biasa-biasa saja. Padahal Yesus pernah
berkata bahwa setelah Dia meninggal, akan ada
orang-orang yang bahkan bisa melakukan perkara
 yang lebih hebat dari-Nya dalam hal mujizat.
Namun, kehidupan biasanya berjalan begitu saja.
Kenapa? Ini dia alasannya beserta cara
mengatasinya dari versi Greg Stier.
 


1. Rasa Takut
       Membagikan iman seringkali terasa menakutkan buat umat percaya. Kita merasa bisa kehilangan muka dan teman-teman jika kita berkomunikasi tentang iman kita. Ketika disuruh memilih antara diterima oleh orang-orang atau membagikan berita baik kepada orang lain seringkali kita memilih untuk diam.
Cara mengatasinya : "(berdoalah) juga untuk aku, supaya kepadaku, jika aku membuka mulutku, dikaruniakan perkataan yang benar, agar dengan keberanian aku memberitakan rahasia Injil, yang kulayani sebagai utusan yang dipenjarakan. Berdoalah supaya dengan keberanian aku menyatakannya, sebagaimana seharusnya aku berbicara." (Ef 6:19-20)

2. Tidak Mengerti
      Ada banyak umat Kristen yang di dalam hatinya ingin membagi iman mereka tapi mereka tidak tahu apa yang harus dikatakan. Sayangnya, jika ditanya agar pergi mengabarkan Injil, jawaban yang diterima rata-rata "um" atau hanya diam.
Cara mengatasinya : Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci (1 Kor 15:3-4)

3. Kesombongan
       Ada juga yang berpikir bahwa hal tersebut bukan tugas mereka. Bukankah untuk itu mereka memberikan persembahan, agar para pendeta yang melakukan tugas membagikan Kabar Baik itu? Ada yang mau menyanyikan lagu tentang Yesus, mengajar Sekolah Minggu, namun tidak mau berbicara kepada orang lain tentang Yesus.
Cara mengatasinya : Orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat bersungut-sungut kepada murid-murid Yesus, katanya "Mengapa kamu makan dan minum bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?" Lalu jawab Yesus kepada mereka, katanya : "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit, Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat." (Luk 5:30-32)

4. Apatis
        Banyak juga yang tidak peduli dengan keselamatan orang yang terhilang. Mereka percaya bahwa ada neraka. Mereka tahu bahwa orang yang tidak mengenal Yesus akan pergi ke sana. Namun mereka, dengan alasan apapun, tidak mau peduli. Mereka kehilangan cinta mula-mula dan karena itu menolak melakukan apa yang diperintahkan.
Cara mengatasinya : Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala (Mat 9:36)

5. Teologi yang Salah
       Tentu teologi yang salah ini punya ukuran tertentu. Bagian ekstrim menjadikannya sebagai mistis dan karena itu meninggalkan penginjilan. Sisi lainnya menggunakan doktrin ataupun menjadi pilihan Tuhan. Jika Tuhan berdaulat dalam penyelamatan, buat apa lagi menginjil? "Meskipun saya percaya kedaulatan Tuhan di dalam penyelamatan, saya juga sangat percaya bahwa jika seseorang tidak mendengar dan percaya kepada Injil maka mereka tetap di dalam kutuk. Saya memilih untuk tidak memecahkan teka-teki yang ada namun lebih hidup di antara kedaulatan Tuhan dan tanggung jawab saya sebagai umat percaya." kata Greg Stier, pendiri Dare 2 Share Ministries International.

Cara mengatasinya : Karena itu aku sabar menanggung semuanya itu bagi orang-orang pilihan Allah, supaya mereka juga mendapat keselamatan dalam Kristus Yesus dengan kemuliaan yang kekal (2 Tim 2:10)
Lima penghalang yang dibagikan Stier ini memang mempengaruhi kita dalam bersaksi untuk memuliakan Tuhan, agar orang lain merasakan kasih-Nya. Karena itu, ketika kita merasa tidak sanggup, lihatlah firman-firman Tuhan di atas dan bertindaklah.

BERSAKSI

Definisi Bersaksi
Martureō = menjadi saksi, menanggung kesaksian, contohnya meneguhkan bahwa ia telah melihat atau mendengar atau mengalami sesuatu, atau telah mengerti sesuatu karena pengertian ilahi yang diberikan kepadanya.
Martus= seseorang yang mengingat, memiliki informasi atau pengetahuan, tentang sesuatu hal. Seseorang yang bisa memberikan informasi, memberikan cahaya, atau mengkonfirmasi sesuatu. Kata ini sering juga digunakan untuk seseorang yang memberitahukan fakta tentang Injil dan berita yang ada di dalamnya.
Dari kata ini muncul kata "Martures" yang ditujukan bagi orang-orang yang menderita kematian sebagai konsekuensi dari pengakuan imannya terhadap Yesus Kristus.

Jadi bersaksi dalam pengertian Kristen adalah : memberikan kesaksian, informasi, berita, kabar baik tentang Injil Yesus Kristus kepada orang lain. Bersaksi adalah sebuah proses, setiap hari dan membawa dengan segala hikmat menolong orang yang tidak percaya untuk mengambil satu langkah semakin mendekat pada Yesus. Bersaksi melewati sebuah proses dimana tergarapnya tanah pikiran dan hati manusia untuk menolong mereka lebih bersedia mendengar kepada kebenaran (I Kor 3:6)

1Pe 3:15-16 Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan! Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab (apologian) kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat, dan dengan hati nurani yang murni, supaya mereka, yang memfitnah kamu karena hidupmu yang saleh dalam Kristus, menjadi malu karena fitnahan mereka itu.

Sejarah Kekristenan

A. LATAR BELAKANG

Sebelum Yesus naik ke surga, Ia memberikan perintah kepada para murid-Nya untuk pergi ke Yerusalem dan menunggu di sana sampai Roh Kudus dicurahkan ke atas mereka. Dengan kuasa yang diberikan Roh Kudus itu Yesus berjanji akan memperlengkapi murid-murid-Nya untuk menjadi saksi-saksi, bukan hanya di Yerusalem tapi juga di ke ujung-ujung bumi (Kis. 1:1-11). Janji itu digenapi oleh Kristus dan perintah itu ditaati oleh murid-murid-Nya.

B. PERMULAAN GEREJA

Kata "gereja" atau "jemaat" dalam bahasa Yunani adalah ekklesia; dari kata kaleo, artinya "aku memanggil/memerintahkan". Secara umum ekklesia diartikan sebagai perkumpulan orang-orang. Tetapi dalam konteks Perjanjian Baru kata ini mengandung arti khusus, yaitu pertemuan orang-orang Kristen sebagai jemaat untuk menyembah kepada Kristus.
Amanat Agung yang diberikan Kristus sebelum kenaikan ke surga (Mat. 28:19-20) betul-betul dengan setia dijalankan oleh murid-murid-Nya. Sebagai hasilnya lahirlah gereja/jemaat baru baik di Yerusalem, Yudea, Samaria dan juga di perbagai tempat di dunia (ujung-ujung dunia).


C. PERTUMBUHAN DAN TANTANGAN

Gereja/jemaat yang baru berdiri mengalami pertumbuhan yang luar biasa. Kuasa Roh Kudus sangat nyata hadir di tengah jemaat. Namun demikian tantangan dan kesulitan juga mewarnai pertumbuhan jemaat mula-mula itu. Tapi luar biasa, justru karena keadaan yang sulit itu gereja semakin berkembang.


1. Agama Negara 
Kaisar Agustus mempunyai kekuasaan yang sangat besar. 
Salah satu peraturan yang muncul pada masa 
pemerintahannya adalah menyembah kepada Kaisar sebagai dewa mereka, walaupun mereka masih diijinkan melakukan 
penyembahan kepada dewa-dewa/kepercayaan asal
merekasendiri. Namun demikian ada kekecualian untuk orang-orang Yahudi yang mempunyai agama Yudaisme yang menjunjung tinggi monotheisme, mereka tidak diharuskan untuk menyembah kepada Kaisar. Hal ini terjadi karena mereka takut kalau orang Yahudi memberontak.

Kehadiran agama Kristen saat itu, pada mulanya dianggap sebagai salah satu sekte agama Yudaisme, itu sebabnya orang-orang Kristen pertama tidak diharuskan untuk menyembah kepada Kaisar. Tetapi setelah orang- orang Yahudi secara terbuka memusuhi orang Kristen (puncak peristiwa penyalipan Kristus) barulah pemerintah Romawi melihat kekristenan tidak lagi sebagai sekte Yudaisme tetapi agama baru. Sejak saat itu keharusan menyembah kepada Kaisar pun akhirnya diberlakukan untuk orang-orang Kristen. Kepada mereka yang tidak patuh pada peraturan ini mendapat hukuman dan penganiayaan yang sangat berat.


2. Penganiayaan terhadap orang Kristen.
Salah satu bukti kesetiaan orang Kristen kepada Kristus ditunjukkan dengan secara setia menjalankan pengajaran Alkitab dan menolak melakukan hal-hal yang bertentangan dengan ajaran Alkitab. Karena sebab itulah orang-orang Kristen sering harus membayar harga yang mahal demi kepercayaan mereka kepada Kristus, antara lain adalah dengan penganiayaan.

Beberapa penyebab penganiayaan:
a. Karena orang Kristen menolak untuk menyembah Kaisar.
b. Karena orang Kristen dituduh melakukan hal-hal yang menentang kemanusiaan, mis. menolak menjadi
    tentara, mengajarkan tentang kehancuran dunia, membiarkan perpecahan keluarga, dll.
c. Karena orang Kristen dituduh mempraktekkan immoralitas dan kanibalisme, misalnya melakukan cium
    kudus, bermabuk-mabukan, dosa inses, makan darah dan daging manusia.


3. Hasil dari penganiayaan.

Memang ada banyak orang Kristen yang mati dalam penganiayaan dan pembunuhan, namun demikian jumlah orang Kristen tidak semakin berkurang malah semakin bertambah banyak.
a. Orang Kristen semakin berani. Sekalipun dianiaya mereka tetap mempertahankan iman mereka (mis.
    Surat Petrus).
b. Kekristenan semakin menyebar keluar dari Yerusalem, yaitu ke daerah-daerah sekitarnya, dan ke seluruh
    dunia.
c. Orang-orang Kristen semakin memberi pengaruh dalam kehidupan masyarakat, sehingga mereka
    betu-betul menjadi saksi yang hidup.

Bersikap Kritis Dalam Gereja

1.      Tantangan Internal 

A.    Marturia (Bersaksi)
    Bersaksi bukan harus berkotbah, menceritakan isi firman Tuhan dan sebagainya. Bersaksi itu menceritakan pengetahuan dan pengalaman kita tentang kristus.  Bersaksi dapat dilakukan melalui perbuatan maupun perkataan agar orang bisa  bertobat melalu kesaksian kita namun itu bukan karena usaha kita melainkan karena roh kudus yang bekerja melalui kita. Kita hanya digunakan sebagai alat Tuhan orang percaya bertanggungjawab untuk menyaksikan kebaikan dan kebenaran Tuhan. Juga merupakan salah satu dari three panggilan gereja (Bersekutu, Bersaksi dan melayani) yang mengajarkan kita untuk bisa jadi saksi kristus atas segala keajaiban dan mujizat-mujizatnya.
Kita harus bersaksi agar mereka yang sebagai domba yang terhilang dihadapan Allah (Mereka yang belum percaya) dapat kembali kehadapan Allah (Menjadi Percaya). Di dalam gereja saya hal ini terlaksana tapi tidak sepenuhnya, ada sebagian jemaat yang bersaksi dengan mengikuti penginjilan-penginjilan yang di laksanaan di daerah-daerah terpencil dimana masyarakat disana sebagian besar belum memiliki agama sedangkan yang lain merasa enggan untuk bersaksi karena mereka merasa  untuk melalukan itu.
           
B.     Koinonia (Persekutuan)
       Gereja merupakan kumpulan anggota gereja yang menyadari bahwa mereka memiliki sesuatu yang lazim diantara mereka yakni hidup bersekutu dan mempelajari Firman Tuhan. Dalam persekutuan kita harus menerapkan rasa saling mengasihi, saling membantu menanggung beban, saling mengampuni, saling mengakui dosa, saling mendoakan dan saling menghiburkan. Hal ini penting karena dalam persekutuan inilah tempat kita untuk berbagi dan saling menguatkan satu sama lain.
Melalui persekutuan inilah kita bisa sharing dan berbagi pengalaman rohani dengan anggota persekuan yang lain. Di dalam gereja saya hal ini terjadi jika ada anggota jemaat yang sakit atau mengalami duka cita maka jemaat dimana ia menjadi anggota akan mendoakan atau menghiburkan anggota jemaat tersebut.
C.     Sombong
        Sombong adalah fikiran atau perbuatan yang tidak menyadari dan tidak mengakui bahwa semua orang yang ada padanya (Baik jasmani dan rohani) itu berasal dari Tuhan, ini melawan Allah dan menyakiti hati orang disekitarnya Kesombangan merupakan sikap yang muncul karena orang tersebut merasa lebih dari orang yang ada disekitarnya dan orang ini  juga cenderung tidak tahu bersyukur dengan apa yang diberikan Tuhan Kepadanya. Didalam Gereja saya hal ini tidak terjadi karena pada umumnya warga jemaat selalu menyadari bahwa kita boleh ada hanya karena kemurahan Tuhan.
D.    Mengasihi
       Tuhan menciptakan manusia untuk saling mengasihi. Kita diajar bagaimana cara mengasihi Tuhan dan sesama kita. Sebagaimana dikatakan melalui hukum taurat “Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu” itulah hukum yang pertama dan yang utama serta hukum yang kedua yang sama dengan itu ialah : “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hokum taurat dan kitab para nabi. Hidup tanpa kasih, mengasihi dan dikasihi adalah  hidup yang hampa. Namun secara alami kita cenderung suka membalas dendam, karena itu jika ada suka membalas dendam yang pasti akan menyakiti hati orang lain. Mengasihi dapat pula diwujudkan melalui membantu dan menolong sesama anggota jemaat. Didalam gereja saya hal ini terwujud dimana saat ada jemaat yang sedang sakit jemaat yang lain mengunjungi serta mendoakan jemaat tersebut dan jika ada pekerjaan jemaat yang berat maka akan dilakukan gotong royong dimana jemaat lain akan membantu jemaat tersebut.
E.     Pengajaran
       Sudah saatnya gereja Tuhan harus bangkit serta sadar bahwa pengajaran Firman Tuhan harus menjadi kebutuhan yang utama karena gereja Tuhan tidak akan disucikan apalagi disempurnakan hanya dengan pujian dan penyembahan saja, tetapi hanya dengan kuasa Firman Tuhan. Ini bukan berarti pujian dan penyembahan ditiadakan, tetapi pujian dan penyembahan yang benar dan yang dikehendaki Tuhan serta kita diajak untuk melayani sesama dan memberitakan injil. Didalam gereja saya hal ini diwujudkan saat adanya hut organisasi intra gerejawi sering mengadakan pengijilan kepelosok daerah  dan dalam ibadah pun kita diberi tugas untuk melayani.
   2.      Tantangan Eksternal
a.     Aliran Sesat
     Berbagai macam bentuk aliran sesat yang hadir dan mencoba 
mempengaruhi kehidupan gereja. Ajaran sesat sudah ada sejak abad 
permulaan, hingga sekaarng ajaran tersebut tetap eksis namun dengan 
tampilan luar yang sama sekali baru. Ajarsn sesat menghadirkan 
kebenaran baru atau wahyu baru, yang mengganti kebenaran, menghadirkan 
penafsiran baru, menghasilkan sumber otoritas tertulis baru selain alkitab, 
menghadirkan pengakuan baru, membuat kepalsuan-kepalsuan dan tidak 
tahan lama. Oleh karena itu kita harus bersikap kritis dengan fenomena ini kita 
tidak boleh menerimanya saja tetapi kita harus membandingkannya dengan
apa yang tertulis dalam kitab suci.
b.      Pola Hidup serba cepat
       Manusia cenderung memperoleh segala sesuatu secara cepat dan mudah (instant) Manusia tidak lagi berfikir bagaimana caranya, tetapi bagaimana mendapatkan sesuatu dengan cepat tanpa mengikuti prosedur yang seharusnya. Mentalitas semacam ini, baik disadari maupun tidak, telah merasuk kedalam kehidupan gereja. Sebagai proses kehidupan yang serba cepat dan mudah misalnya saja mengenai kesembuhan, rezeki dan pemahaman iman.
c.       Materialisme
        Pola hidup ini menciptakan mentalitas yang mengagung-agungkan materi atau benda. Segala sesuatu diukur atas dasar materi. Hal ini juga sering terjadi dalam gereja. Misalnya segala sesuatu di fokuskan pada pembangunan gereja secara fisik saja.
Dari penjelasan diatas saya mendapatkan hasil yaitu dalam kehidupan beriman kepada kristus kita akan mendapat tantangan yang akan mengoyahkan iman percaya kita tetapi kita harus tetap selalu bercermin kepada firman Tuhan dengan membaca Alkitab.
Kesimpilan:
        Bersikap Kritis dalam Gereja itu perlu karena kita pasti akan mendapat   tantangan, tantangan tersebut adalah tantangan  internal dan tantangan eksternal.
Tantangan internal seperti Marturia,Koinonia,Kesombongan Mengasihi dan Pengajaran Sedangkan tantangan eksternal yaitu Materialisme, gaya hidup cepat dan aliran sesat

Sifat-sifat Gereja

1.Gereja yang Satu
Satu dalam 3 pribadi Bapa, Putra dan Roh kudus (Ef 4:3-6 ) Terungkap dalam :
- Kesatuan iman para anggotanya
- Kesatuan dalam pimpinannya yaitu Hierarki
- Kesatuan dalam kebaktian dan kehidupan sakramental

2.Gereja yang Kudus
Karena sumber dimana Ia berasal, karena tujuan kemana ia diarahkan, dan karena unsur-unsur ilahi yang atentik yang ada di dalamnya adalah Kudus.

3.Gereja yang Katholik
Dalam gereja selalu di dalamnya terdapat Kristus, oleh sebab itu disebut gereja yang Katolik dan yang dipersatukan dengan Tubuh Kristus. Terbuka bagi Dunia, tidak terbatas pada tempat tertentu, bangsa, dan kebudayaan tertentu, serta waktu atau golongan tertentu.

4.Gereja yang Apostolik
Karena didirakan atas para Rasul dan di bangun atas para Rasul dan para Nabi
Ia akan tetap di ajarkan, dikuduskan dan di bimbing oleh para Rasul sampai pada saat datangnya kembali Kristus.
Hubungan Apostolik dengan para Rasul
Legitimasi fungsi di kuasa hierarki dari para rasul
Ajaran-ajaran Gereja di turunkan dan berasal dari kesaksian para rasul
Ibadat dan Struktur gereja pada dasarnya berasal dari para rasul



SIFAT-SIFAT GEREJA SEKARANG

Sifat-sifat gereja yang sekarang :
1.Gereja yang merakyat dan yang mengutamakan yang miskin
2.Gereja yang bersifat kenabian
3.Gereja yang membebaskan
4.Gereja yang merupakan Ragi
5.Gereja yang dinamis
6.Gereja yang bersifat karismatis


TUGAS UMUM GEREJA
1.Gereja yang menguduskan (liturgia)Doa dan Ibadat adalah salah satu tugas gereja untuk menguduskan umatnya. Tugas ini disebut tugas ilmiah gereja

Gereja mempunyai 2 imamat yaitu :
Imamat Umum :
Melaksanakan tugas pengudusan antara lain dengan berdoa menyambut sakramen-sakramen, memberi kesaksian hidup, pengingkaran diri, serta melaksanakan cinta kasih secara aktif dan kreatif
Imamat Jabatan :
Membentuk dan memimpin umat serta memberikan pelayanan sakramen

Doa

a)Arti doa :
Doa berarti berbicara dengan Tuhan Secara Pribadi, doa juga berarti merupakan ungkapan iman secara prinabi danbersama-sama
Doa adalah Komunikasi antara manusia dan Tuhan
Ada macam-macam isi doa : Doa permohonan, Doa syukur, Doa pujian

b)Fungsi Doa :
Mengkomunikasikan dira kepada Allah
Mempersatukan diri kita kepada Tuhan
Mengungkapkan cinta, kepercayaan dan harapan kita kepada Tuhan

c)Syarat dan cara doa yang baik :
* Syarat doa yang baik
- Didoakan dengan hati
- Berakar dan bertolak dengan pengalaman hidup
- Diucapkan dengan rendah hati
* Cara-cara berdoa yang baik
- Secara batiniah
- Dengan cara sederhana dan jujur

Doa Resmi Gereja

a)Doa kelompok yang resmi itu disebut ibadat atau Liturgi.
Yang pokok bukan sifat “Resmi” atau kebersmaan, melainkan kesatuan gereja dengan kristus dalam doa.
b)Liturgi merupakan perayaan iman.
Perayan iman tersebut merupakan pengungkapan iman gereja, dimana orang yang ikut dalam perayaan iman menggambil bagian dalam misteri yang dirayakan.

Gereja Sebagai Institusi Sosial dan Persekutuan

·           Institusi sosial adalah suatu perkumpulan yang dilembangakan oleh undang-undang, adat atau kebiasaan atau juga dapat berarti perkumpulan, paguyuban, organisasi sosial yang berkenaan dengan masyarakat.
Perbedaan gereja dengan institusi sosial adalah gereja bersifat rohani dan institusi sosial bersifat duniawi.
 
Persamaan gereja dan institusi sosial adalah :
1.      Memiliki keanggotaan yang teratur
2.      Ada pengurus
3.      Membuka diri untuk masyarakat
4.      Memiliki anggaran
5.      Memiliki visi, misi, program kerja, angenda rapat
·           Gereja di bagi 2:
1.      Gereja kelihatan
Gereja adalah sebuah identitas yang konkret bukan sesuatu yang samar-samar, dengan demikian ada dimensi dari gereja yang diindrakan atau dilihat.
2.      Gereja yang tidak kelihatan
Adalah persekutuan iman yang hidup dari semua orang-orang percaya kepada Yesus Kristus diberbagai tempat dan segala zaman.
·           Arti Gereja :
1.      PL (Ibrani) > Qahal > Memanggil dan mengumpulkan
2.      PB (Yunani) :
a.      Ekklesia :
i.          Ek > Keluar
ii.        Kaleo > Memanggil
Ekklesia > Persekutuan orang-orang yang dipanggil keluar dari kegelapan dosa untuk masuk ke dalam terang Allah (ajaib)
b.      Kuniake & Kuriaken  > Milik / kepunyaan Allah
·           Dalam bahasa Indonesia gereja berasal dari bahasa Portugis yaitu igereja. Igereja artinya persekutuan orang-orang yang telah percaya kepada Yesus Kristus di berbagai tempat dan sepanjang zaman sebagai Tuhan dan Juruselamatnya secara pribadi.
·           Sifat Gereja :
1.    Gereja Esa > Satu Allah, satu baptisan, satu pengharapan, satu iman,
     satu kasih
2.   Gereja Kudus
3.   Gereja Am > Katolik (Umum) [Tapi bukan Katolik roma] >> Gereja
     yang terbuka bagi semua orang
4. Rasuli > bahasa Yunani Aportolos (diutus) >> Gereja yang diutus 
    untuk melaksanakan tugas dan panggilan Allah kepada dunia ini.
·     Ciri gereja yang benar adalah suatu persekutuan yang ditempatkan Allah untuk melayani-Nya dan manusia.
·           Tugas gereja terdiri dari:
1.      Koinonia > Persekutuan
2.      Diakonia > Pelayanan
3.      Marturia > Kesaksian
4.      Didaskalia / Paedagogik (Kerigma) > Mengajar
·           Peran gereja:
1.   Ada ditengah-tengah dunia. Artinya, gereja adalah persekutuan yang menghubungkan Kristus dengan
    dunia sehingga tidak dapat dipisahkan.
2.  Memberitakan Injil / Evangelion (kabar baik). Artinya, sebagai Pekabar Injil, gereja juga dibentuk
    untuk member perhatian pada masalah sehari-hari.
3. Menyatakan tanda-tanda Kerajaan Allah. Umat Kristen (gereja) menyatakan tanda-tanda yang
    menunjuk pada Kerajaan Allah.
·           Gereja yang hidup
1.      Gereja yang belajar
2.      Gereja yang mengasihi (melayani, diakonia)
3.      Gereja yang beribadah (bersekutu, koinonia)
4.      Gereja yang mengabarkan Injil (bersaksi, marturia)
·           Gambaran gereja
1.      Gereja sebagai tubuh Kristus
2.      Gereja sebagai domba Allah
3.      Gereja sebagai keluarga Allah
4.      Gereja sebagai kerajaan Allah
5.      Geraja sebagai mempelai wanita
6.      Gereja sebagai umat Allah